Karhutla Landa Bathin II Babeko,1 Hektar Lahan Semak Belukar & Kebun Karet Terbakar – Diduga Bermula dari Puntung Rokok

Berita124 Dilihat

BUNGO — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Bathin II Babeko, Kabupaten Bungo. Rabu (16/9/2026) sore, lahan berisi semak belukar dan kebun karet milik warga seluas sekitar 1 hektare terbakar di kawasan pinggir Jalan Lintas Bungo–Jambi.

Peristiwa diketahui sekitar pukul 14.30 WIB, menyusul laporan warga yang melihat kobaran api di kawasan pasca-Aguen, arah menuju Muara Bungo, tepatnya di wilayah perbatasan Desa Tanjung Menanti dan Desa Suka Makmur.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Bathin II Babeko AKP Yan Efendi Pasaribu, S.H., langsung memerintahkan personel piket bergerak cepat ke lokasi. Bersama Satgas Karhutla Kabupaten Bungo dan warga sekitar, petugas segera melakukan pemadaman agar api tidak meluas.

Kobaran api berhasil dikuasai dan dipadamkan sebelum menjalar ke area lain. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan kondisi di sekitar lokasi telah aman.

Dari hasil pengecekan awal, luas lahan yang terbakar diperkirakan ±1 hektare, terdiri dari semak belukar dan kebun karet. Identitas pemilik lahan masih dalam proses pendataan dan penyelidikan.

Berdasarkan informasi awal di lapangan, api diduga bermula dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Namun, pihak kepolisian masih mendalami peristiwa ini untuk memastikan penyebab pasti terjadinya kebakaran.

Kasi Humas Polres Bungo mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang membuat lahan mudah terbakar.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Jika melihat adanya titik api, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani dengan cepat sebelum meluas,” ujarnya.

Personel kepolisian bersama unsur terkait akan terus memantau lokasi bekas kebakaran guna mengantisipasi munculnya kembali titik api. Situasi di lokasi saat ini telah aman dan terkendali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *