RDP DPRD Bungo Soal Pemukulan Emak-emak PT KIM Memanas, LSM Inakor dan Ormas Gempur,Minta PT.KIM untuk Menyampaikan Permintaan Maaf ke Masyarakat Tidak Terlaksana.

Berita90 Dilihat

BUNGO — Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Bungo membahas kasus dugaan pemukulan atau penganiayaan terhadap ibu-ibu di lingkungan PT KIM, yang dikabarkan telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan namun belum tuntas sepenuhnya.

oplus_0

Rapat dipimpin oleh Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bungo, dihadiri para Anggota DPRD dari Komisi III, dua tokoh aktivis dari LSM Inakor dan Ormas Gempur, serta Kapolsek Jujuhan, perwakilan Dandim Kabupaten Bungo, dan sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Turut hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kasat Pol PP, Asisten Kantor Bupati, serta perwakilan Humas PT KIM.

oplus_0

Dalam pemaparan situasi terkini, Kapolsek Jujuhan menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah menggelar mediasi yang dihadiri kedua belah pihak — korban maupun pihak yang diduga terlibat — serta beberapa saksi. Dari proses tersebut, telah tercapai kesepakatan damai antar kedua belah pihak.

Namun, kehadiran perwakilan PT KIM justru memicu kekecewaan mendalam dari para aktivis. LSM Inakor dan Ormas Gempur menegaskan agar peristiwa kekerasan serupa tidak terulang kembali. “Negara ini punya hukum. Kami khawatir jika hal ini dibiarkan, akan terjadi hal yang sama di perusahaan-perusahaan lain di Kabupaten Bungo,” ujar perwakilan kedua organisasi tersebut.

oplus_0

Mereka juga menekankan bahwa persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan pendekatan baik dengan masyarakat, bukan dengan tindakan kekerasan. Kekecewaan memuncak mengingat pada RDP sebelumnya, kehadiran pihak PT KIM dinilai kurang memuaskan dan seolah tidak menghargai lembaga DPRD maupun masyarakat.

Oleh karena itu, Ormas Gempur secara tegas meminta perwakilan Humas PT KIM untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bungo, khususnya warga yang tinggal di lingkungan PT KIM, di hadapan awak media.

Namun, usai rapat berakhir, perwakilan PT KIM justru langsung meninggalkan ruangan tanpa menyampaikan permintaan maaf yang diharapkan. Suasana sempat memanas dipicu rasa kecewa para peserta rapat atas sikap tersebut, namun berkat pengendalian yang baik, rapat dapat berjalan tertib dan lancar hingga selesai

Danny Irawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *